HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP TENTANG ANEMIA, SERTA KECUKUPAN Fe DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI

Main Article Content

Marsha Adela Widuri Anzayani
Sri Hapsari Suhartono Putri putri
Ari Istiany Anzayani
Purwanti Susantini Anzayani

Abstract

Anemia remains a public health problem among adolescent girls. The 2023 Indonesian Health Survey (SKI) reported an anemia prevalence of 16.3 percent among adolescent girls, and anemia among female students at SMAN 13 Semarang increased from 22.6 percent in 2023 to 28.8 percent in 2024. Inadequate iron intake and poor knowledge and attitudes regarding anemia are considered contributing factors. This study aimed to analyze the relationship of knowledge and attitude about anemia and iron adequacy with hemoglobin levels among adolescent girls at SMAN 13 Semarang. This analytical cross-sectional study involved 45 adolescent girls selected by purposive sampling. Iron intake was assessed using a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ), knowledge and attitude using validated questionnaires, and hemoglobin using a point-of-care device. Data were analyzed using Spearman’s rank correlation (α = 0.05). Most participants had adequate iron intake (55.6%), good knowledge (77.8%), and positive attitudes (71.1%), and the prevalence of anemia was 13.3 percent. Knowledge was positively and significantly correlated with hemoglobin level (r = 0.425; p = 0.004), whereas iron adequacy (p = 0.161) and attitude (p = 0.409) were not significantly correlated with hemoglobin level. Anemia education in schools should be strengthened alongside efforts to improve iron intake and weekly iron supplement compliance.

Article Details

How to Cite
Anzayani, M. A. W., putri, S. H. S. . P., Anzayani, A. I., & Anzayani, P. S. (2026). HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP TENTANG ANEMIA, SERTA KECUKUPAN Fe DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI . Penelitian Gizi Dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 49(1), 53–62. https://doi.org/10.36457/pgm.v49i1.846
Section
Articles

References

1. GBD 2021 Anaemia Collaborators. Prevalence, years lived with disability, and trends in anaemia burden by severity and cause, 1990–2021: findings from the Global Burden of Disease Study 2021. Lancet Haematol. 2023;10(9):e713–34. doi:10.1016/S2352-3026(23)00160-6.

2. Eryeni D, Meliyanti F, Novitry F. Faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di sekolah menengah atas. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 2024;6(6):2843–50. doi:10.37287/jppp.v6i6.4539.

3. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

4. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2023. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah; 2023.

5. Rahman RA, Fajar NA. Analisis faktor risiko kejadian anemia pada remaja putri: Literatur review. Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health). 2024 Apr 6;10(1):133-40.

6. Putriwati AK, Purwaningtyas DR, Iswahyudi I. Hubungan asupan gizi dan konsumsi pangan inhibitor zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 6 Tambun Selatan. Ilmu Gizi Indonesia. 2024;7(2):137. doi:10.35842/ilgi.v7i2.455.

7. Alfianti EA, Dieny FF, Wijayanti HS. Perbedaan asupan zat gizi, pengetahuan anemia, dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada remaja putri di pesantren dan nonpesantren. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2024;21(1):9–18. doi:10.22146/ijcn.93227.

8. Hidayati Y, Nainggolan WE, Gultom RFB, Khoiriyah F. Hubungan pengetahuan, sikap & asupan zat besi dengan kejadian anemia defisiensi besi pada remaja putri. Midwifery: Jurnal Kebidanan dan Sains. 2023;1(2):52–9.

9. Thamrin H, Masnilawati A. Hubungan antara pengetahuan, tingkat konsumsi protein, zat besi, dan vitamin C dengan kadar hemoglobin pada mahasiswi kebidanan. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes. 2021;12(Nomor Khusus):30–3. doi:10.33846/sf12nk206.

10. Pratiwi VA. Hubungan pengetahuan dan sikap mengenai anemia dengan asupan zat besi remaja putri di SMA Negeri 9 Depok [skripsi]. Jakarta: Universitas Binawan; 2022.

11. Jaswadi J. Hubungan sikap dengan kejadian anemia remaja putri di SMAN 9 Mataram. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan). 2020;4(3):12–5. doi:10.58258/jisip.v4i3.1144.

12. Permanasari I, Jannaim J, Wati YS. Hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kadar hemoglobin remaja putri di SMAN 05 Pekanbaru. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan. 2020;8(2):313. doi:10.20527/dk.v8i2.8149.

13. Normalia, Rusmilawaty, Kristiana E, Tunggal T. Hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kusan Hilir tahun 2024. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa. 2025;1(8):1387–93.

14. Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019.

15. World Health Organization. Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. Geneva: World Health Organization; 2024.

16. Putri SHS. Statistika gizi dan pangan. Malang: LPPM STIKES Widya Cipta Husada; 2018.

17. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri pada masa pandemi COVID-19. Sukotjo SW, Firna E, editor. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020.

18. Astuti ER. Literature review: faktor-faktor penyebab anemia pada remaja putri. Jambura Journal of Health Sciences and Research. 2023;5(2):550–61. doi:10.35971/jjhsr.v5i2.17341.

19. Hurrell R, Egli I. Iron bioavailability and dietary reference values. Am J Clin Nutr. 2010;91(5):1461S–7S. doi:10.3945/ajcn.2010.28674F.

20. Mardhiyah SA, Irmawati, Narsih U, Wisma N, Kasjono HS, Rahayu HK, et al. Psikologi dan komunikasi kesehatan. Sammulia SF, editor. Ganesha Kreasi Semesta; 2024.

21. Wahyuni A, Afifah CAN. Hubungan pengetahuan dan sikap tentang anemia, kebiasaan makan dengan kejadian anemia pada mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi. 2025;3(2):194–218. doi:10.55606/jig.v3i2.4423.

22. Kristin N, Jutomo L, Boeky DLA. Hubungan asupan zat gizi besi dengan kadar hemoglobin remaja putri. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2022;1(3):189–95. doi:10.54259/sehatrakyat.v1i3.1077.

23. Choiriyah DN, Sholihah LA. Hubungan asupan protein, zat besi (Fe), dan kualitas diet dengan kadar hemoglobin pada mahasiswi Program Studi S-1 Gizi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Gizi Universitas Negeri Surabaya. 2024;4(4):811–9.

24. Putri TF, Fauzia FR. Hubungan konsumsi sumber zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri SMP dan SMA di wilayah Bantul. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan. 2022;13(2):400–11.

25. Syamsu RF, Putry RA, Widyadhana MN. Tinjauan nilai gizi dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden RI. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2025;6:14843–53.