PENGARUH KONSUMSI TEMPE TERHADAP SUPLEMENTASI ZAT BESI PADA TIKUS YANG MENDERITA ANEMI GIZI BESI

Isi Artikel Utama

Yudith Herlinda
Heru Yuniati

Abstrak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa persentasi absorpsi zat besi kedele dan beberapa produk protein kedele tergolong rendah. Sekiranya tempe sebagai produk fermentasi kedele juga mempunyai daya absorpsi zat besi yang rendah, apakah ini akan juga menghambat penyerapan suplementasi besi yang diberikan pada penderita anemi gizi yang biasa mengkonsumsi tempe? Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsumsi tempe terhadap suplementasi besi pada tikus yang menderita anemi gizi. Empat kelompok tikus percobaan diberi ransum yang defisien besi selama 6 minggu sehingga mengalami penurunan kadar hemoglobin dan hematokrit yang nyata dibanding dengan kelompok kontrol. Selanjutnya, kelompok tikus yang defisiensi besi tersebut selama 4 minggu berikutnya, disamping mendapat suplementasi zat besi juga mendapat ransum yang berbeda-beda, yaitu ransum yang sama dengan kelompok kontrol dan ransum yang mengandung campuran tempe dan sususkim dengan rasio protein tempe terhadap susu skim berbeda-beda, yaitu 10:90; 25:75; dan 50:50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum tikus dengan campuran tempe yang tertinggi pun (50:50) tidak mempengaruhi absorpsi zat besi yang diberikan sebagai tambahan pada tikus yang menderita anemi gizi besi.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Herlinda, Y., & Yuniati, H. (2012). PENGARUH KONSUMSI TEMPE TERHADAP SUPLEMENTASI ZAT BESI PADA TIKUS YANG MENDERITA ANEMI GIZI BESI. Penelitian Gizi Dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research). https://doi.org/10.22435/pgm.v0i0.2008.
Bagian
Artikel